Musnad Imam Ahmad
Musnad Imam Ahmad No. 18630
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى وَجَوْفُ اللَّيْلِ الْآخِرُ أَوْجَبُهُ دَعْوَةً
قَالَ فَقُلْتُ أَوْجَبُهُ قَالَ لَا وَلَكِنْ أَوْجَبُهُ يَعْنِي بِذَلِكَ الْإِجَابَةَ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Mush'ab] Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr] dari ['Athiyyah] dari [Amru bin 'Abasah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat malam itu adalah dua raka'at dua raka'at. Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling mustajab untuk do'a." saya bertanya, "Mungkin maksudnya adalah yang paling wajib?" ia menjawab, "Tidak, akan tetapi yang dimaksudkan awjab adalah diprediksikan doa musti terkabul."